Lombok

Jual Cilok di Pusuk Sembalun, Syaiful Raup Omzet hingga Rp5 Juta Sehari

40
×

Jual Cilok di Pusuk Sembalun, Syaiful Raup Omzet hingga Rp5 Juta Sehari

Sebarkan artikel ini

LOMBOK TIMUR|Bintangtv.id- Berjualan cilok selama 25 tahun di kawasan Pusuk Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, menjadi sumber penghasilan yang mampu menopang kehidupan keluarga Syaiful, warga Desa Swela. Dari usaha tersebut, pria berusia 42 tahun itu mengaku dapat meraup omzet hingga Rp4 juta sampai Rp5 juta per hari, terutama saat akhir pekan dan hari libur.

Syaiful mengatakan, aktivitas berjualan cilok telah dijalaninya sejak sekitar 25 tahun lalu. Selama kurun waktu tersebut, ia tetap bertahan dengan usaha sederhana tersebut meski menghadapi berbagai kondisi dan perubahan jumlah pengunjung di kawasan wisata Pusuk Sembalun.

iklan

Menurut Syaiful, jumlah pembeli biasanya meningkat signifikan ketika memasuki hari libur. Ramainya wisatawan dan masyarakat yang berkunjung ke kawasan Pusuk Sembalun turut berdampak langsung terhadap pendapatannya.

“Kalau hari biasa tidak seperti hari libur. Saat hari libur, omzet bisa mencapai sekitar Rp4 juta hingga Rp5 juta sehari,” ujar Syaiful saat ditemui di kawasan Pusuk Sembalun, Minggu (9/8/2026).

Bagi Syaiful, berjualan cilok bukan sekadar pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Usaha tersebut telah menjadi sumber penghidupan utama keluarganya selama puluhan tahun.

Dari hasil berjualan cilok, Syaiful mengaku mampu membiayai pendidikan ketiga anak perempuannya hingga menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Ketiga anaknya kini bahkan telah menyelesaikan kuliah dan bekerja.

“Alhamdulillah, dari hasil jualan cilok ini, anak-anak bisa sekolah sampai kuliah. Sekarang ketiganya sudah lulus dan sudah bekerja,” katanya.

Cilok yang dijual Syaiful diberi nama “Bintang Rasa”. Jajanan berbahan dasar tepung tapioka yang dipadukan dengan cita rasa daging tersebut menjadi salah satu pilihan makanan ringan bagi pengunjung yang datang ke kawasan Pusuk Sembalun.

Syaiful menyebut salah satu hal yang terus dipertahankannya adalah cita rasa. Ia berusaha menjaga kualitas rasa cilok agar tetap konsisten sehingga pelanggan yang pernah membeli dapat kembali menikmati rasa yang sama.

Menurut dia, cita rasa daging menjadi salah satu karakter utama dari cilok Bintang Rasa. Rasa daging yang kuat sengaja dipertahankan sebagai pembeda dari cilok pada umumnya.

“Yang kami pertahankan itu rasanya. Kami ingin rasa dagingnya tetap terasa kuat, sehingga pelanggan bisa mengenali ciri khas cilok kami,” ujarnya.

Keberadaan pedagang seperti Syaiful juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata Pusuk Sembalun. Ramainya kunjungan wisatawan tidak hanya memberikan manfaat bagi pengelola destinasi, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk memperoleh penghasilan melalui usaha kuliner dan perdagangan kecil.

Selama seperempat abad berjualan, Syaiful membuktikan bahwa usaha sederhana yang dijalankan secara konsisten dapat menjadi sumber pendapatan sekaligus mendukung pendidikan anak-anaknya.

Di tengah berkembangnya kawasan wisata Pusuk Sembalun, usaha cilok Bintang Rasa menjadi salah satu gambaran bagaimana aktivitas pariwisata turut menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal,(02)