Sumbawa barat|Bintangtv.id-Seorang penumpang Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Belida dilaporkan diduga melompat ke laut saat kapal berlayar dari Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, menuju Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Hingga Minggu (21/6/2026) dini hari, korban belum ditemukan dan proses pencarian masih terus berlangsung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari petugas Pelabuhan Poto Tano, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.25 Wita saat KMP Belida melintas di perairan sekitar Pulau Paserang, Desa Poto Tano, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat.
Usai menerima laporan, kru kapal bersama sejumlah pihak terkait langsung melakukan upaya pencarian yang difokuskan di sekitar lokasi kejadian. Hingga kapal tiba di Pelabuhan Poto Tano, korban belum berhasil ditemukan.
Korban diketahui berinisial M (45), warga Desa Nijang Tengah, Kecamatan Unter Iwis, Kabupaten Sumbawa. Berdasarkan data manifes penumpang, korban tercatat sebagai penumpang Bus Taruna Jaya yang melayani rute Mataram–Sumbawa.
Menurut keterangan sejumlah saksi, sebelum kejadian korban duduk bersama dua rekannya. Sekitar pukul 22.25 Wita, korban meninggalkan tempat duduk dan menuju toilet seorang diri. Salah seorang rekannya sempat menawarkan diri untuk menemani, namun tidak dihiraukan.
Tidak lama kemudian, situasi berubah menjadi kepanikan ketika korban diduga berusaha menuju sisi kapal. Sejumlah penumpang yang mengetahui hal tersebut berusaha mencegah dengan menarik dan menahan korban. Dalam upaya tersebut, jilbab yang dikenakan korban sempat terlepas.
Korban kemudian berlari menuju area tangga kapal. Menyadari adanya tindakan yang mencurigakan, kedua rekannya meminta bantuan kepada penumpang lain.
Seorang penumpang yang ikut membantu sempat mengejar dan memegang tangan korban saat berada di dekat sisi kapal. Namun pegangan tersebut terlepas sehingga korban diduga jatuh atau melompat ke laut.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Poto Tano, Ipda Rino Anshori, SH, mengatakan pihaknya segera melakukan koordinasi setelah menerima informasi mengenai adanya penumpang yang diduga melompat dari KMP Belida.
“Kami menerima laporan dari pihak pelabuhan dan langsung berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait, termasuk Basarnas, operator kapal, serta instansi yang terlibat dalam proses pencarian dan penyelamatan. Saat ini fokus utama kami adalah membantu upaya pencarian korban serta mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk mengetahui secara utuh kronologi kejadian,” ujar Ipda Rino.
Ia menjelaskan, sejumlah saksi yang berada di sekitar korban sebelum kejadian telah dimintai keterangan guna mendukung proses penyelidikan. Selain itu, kepolisian juga terus memantau perkembangan operasi pencarian yang dilakukan di sekitar perairan Pulau Paserang.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pengguna jasa penyeberangan, agar selalu mematuhi aturan keselamatan selama berada di atas kapal dan segera melapor kepada kru kapal apabila menemukan penumpang yang menunjukkan kondisi tidak biasa atau membutuhkan bantuan,” katanya.
Menurutnya, pencarian terhadap korban masih dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, Basarnas, operator kapal, dan pihak terkait lainnya.
“Kami berharap korban dapat segera ditemukan. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan sesuai hasil pencarian dan penyelidikan yang sedang berlangsung,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap korban masih berlangsung di perairan sekitar Pulau Paserang. Penyebab pasti korban diduga melompat ke laut masih belum diketahui dan saat ini masih didalami oleh pihak berwenang berdasarkan keterangan para saksi serta hasil penyelidikan yang sedang berjalan.(02)












