Denpasar, Bintangtv.id – Kementerian Keuangan Republik Indonesia menggelar kegiatan Koordinasi Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah Tahun 2026 pada 29–30 April 2026 di Denpasar. Kegiatan ini diikuti sekitar 70 Sekretaris Daerah serta Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) dari seluruh Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa turut ambil bagian dalam forum strategis tersebut. Sekretaris Daerah Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP hadir bersama Sekretaris BKAD, Kaharuddin, SE., M.Si.
Sekda Sumbawa menjelaskan bahwa forum ini membahas penguatan strategi dan kepemimpinan fiskal daerah melalui lima aspek utama.
“Aspek pertama adalah Spending Better, yakni penajaman kualitas belanja melalui sinkronisasi perencanaan pusat dan daerah, penguatan penganggaran berbasis kinerja, serta percepatan penyerapan anggaran untuk mengurangi idle cash,” jelasnya, (1/5/2026).
Selanjutnya, aspek Collecting More menekankan pentingnya optimalisasi pendapatan daerah melalui penggalian potensi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), serta penguatan sinergi basis data perpajakan antara pemerintah pusat dan daerah.
Pada aspek Asset Management, pemerintah daerah didorong untuk mentransformasi pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) agar tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu menjadi sumber pendapatan melalui pemanfaatan aset secara profesional.
Kemudian, Creative Financing menjadi strategi penting dengan mendorong daerah mengeksplorasi sumber pembiayaan non-konvensional, termasuk investasi daerah dan peluang Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
“Terakhir adalah Integrity, yakni penguatan sistem pengendalian intern, mitigasi risiko keuangan, serta pembangunan budaya integritas untuk mencegah penyimpangan dalam pengelolaan keuangan daerah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Doktor Budi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan segera menindaklanjuti hasil koordinasi tersebut dengan melakukan realokasi dan peningkatan kualitas belanja daerah, khususnya pada sektor pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Selain itu, Pemkab Sumbawa juga akan merumuskan kembali strategi peningkatan pendapatan daerah, memperkuat manajemen aset, serta mengusulkan distribusi dana bagi hasil yang lebih proporsional sesuai potensi daerah.
“Potensi di sektor pertanian, perikanan, dan pertambangan harus menjadi pijakan dalam meningkatkan kapasitas fiskal daerah ke depan,” tandasnya. (01)












