Sumbawa, Bintangtv.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa telah merampungkan tes pengukuran tahap kedua bagi para calon atlet yang dipersiapkan menghadapi Porprov NTB pada Juli 2026 mendatang.
Menanggapi hasil tes tersebut, Ketua KONI Sumbawa Abdul Rafiq menegaskan agar seluruh calon atlet tetap disiplin dan konsisten dalam meningkatkan kualitas latihan.
Rafiq – sapaan akrabnya – menjelaskan bahwa tes pengukuran ini diharapkan menjadi bahan evaluasi mandiri bagi para atlet. Data yang diperoleh dari hasil tes dapat menjadi acuan untuk mengetahui kekurangan fisik masing-masing, sekaligus menjadi motivasi dalam memperbaiki performa melalui program latihan yang lebih terukur.
“KONI Sumbawa menargetkan raihan 51 medali emas pada Porprov NTB 2026. Karena itu, para calon atlet harus benar-benar siap secara fisik guna mencapai target tersebut. Salah satu upaya yang kami lakukan adalah melalui tes pengukuran ini untuk mengetahui sejauh mana kualitas mereka,” ujarnya, (14/2/2026).
Ia menambahkan, tes pengukuran juga menjadi tolok ukur awal bagi atlet yang berpotensi meraih “tiket emas” menuju PON 2028. Menurutnya, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh seluruh atlet yang tengah dipersiapkan.
“Ini kesempatan baik untuk kita, jadi harus dimaksimalkan sebaik mungkin,” tegasnya.
Selain kepada atlet, KONI Sumbawa juga memberikan penekanan khusus kepada para pelatih agar menerapkan item-item tes pengukuran dalam program latihan harian. Rafiq menegaskan bahwa tes tersebut bukan sekadar formalitas memenuhi jadwal dari KONI, melainkan standar ilmiah berbasis pendekatan sport science yang harus diintegrasikan dalam setiap sesi latihan.
“Bagi calon atlet yang belum memenuhi standar, masih ada waktu dua bulan untuk menghadapi tes berikutnya. Jadi harus tetap semangat dan disiplin hingga hari pertandingan tiba,” pungkasnya.
Dengan pendekatan yang lebih terukur dan berbasis ilmu pengetahuan olahraga, KONI Sumbawa optimistis target prestasi pada Porprov NTB 2026 dapat tercapai sekaligus membuka peluang atlet daerah bersaing di level nasional. (01)












