Politik pemerintahan

Pemkab Sumbawa Dorong Pelestarian Kre Alang sebagai Identitas Budaya Daerah

104
×

Pemkab Sumbawa Dorong Pelestarian Kre Alang sebagai Identitas Budaya Daerah

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id— Diskusi Budaya Motif dan Corak Kre Alang yang diselenggarakan oleh LPPM Universitas Samawa (Unsa) bersama Museum Bala Datu Ranga menjadi ruang temu yang hangat antara pengetahuan, sejarah, dan rasa memiliki terhadap warisan budaya daerah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menguatkan identitas budaya tau Samawa di tengah dinamika zaman.

 

iklan

Dalam diskusi tersebut terungkap bahwa setiap motif dan corak Kre Alang bukan sekadar ornamen visual, melainkan bahasa nilai yang merekam relasi manusia dengan alam, laku hidup, serta jejak peradaban tau Samawa yang diwariskan secara lintas generasi.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., yang hadir dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa Kre Alang memiliki posisi penting sebagai kekayaan budaya yang perlu dijaga, dikaji, dan dikembangkan secara berkelanjutan. Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menyimpan artefak, tetapi harus disertai pemahaman makna dan konteksnya.

 

“Kre Alang bukan hanya produk budaya, tetapi juga identitas dan pengetahuan lokal masyarakat Samawa. Pemerintah daerah mendorong agar warisan budaya ini terus dikaji secara akademik dan dikenalkan kepada generasi muda,” jelas Sekda, Sabtu (25/1/2026).

 

Ia menambahkan, sinergi antara perguruan tinggi, museum, komunitas budaya, dan pemerintah daerah merupakan langkah strategis dalam mendukung program pemajuan kebudayaan sebagaimana diamanatkan dalam kebijakan nasional dan daerah.

 

Bagi para peserta diskusi, menjaga Kre Alang berarti merawat karya adiluhung tau dan tana Samawa dengan cara menafsirkan secara jernih, mengembangkan dengan penuh hormat, serta memastikan keberadaannya tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.

 

Sekda berharap, hasil diskusi ini tidak berhenti sebagai wacana, melainkan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata, seperti penguatan kurikulum muatan lokal, pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya, serta pemanfaatan Kre Alang dalam berbagai ruang publik dan kegiatan resmi daerah.

 

“Harapan kami, Kre Alang tidak hanya dikenang sebagai warisan masa lalu, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat hari ini dan masa depan, dipakai, diceritakan, dan dibanggakan bersama,” pungkasnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *