Sumbawa, Bintangtv.id – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi jembatan dan akses jalan di SP 1 Plampang pada Rabu (10/12).
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur transportasi untuk mendukung kelancaran distribusi hasil panen jagung di wilayah sentra produksi tersebut.
Dalam peninjauan ini, Wabup Ansori didampingi Kepala Balai Jalan Provinsi NTB, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, Kabag Pembangunan, Kabid Bina Marga, Camat Plampang, serta Kepala Desa SP 1 Plampang. Rombongan menyusuri sejumlah titik rawan untuk melihat secara dekat kondisi jembatan dan badan jalan yang selama ini menjadi jalur utama pengangkutan hasil pertanian.
Wabup Ansori menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh infrastruktur di kawasan sentra jagung Plampang dalam kondisi optimal, terutama menjelang panen raya.
“Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi jembatan dan jalan di SP 1. Hari ini kita turun bersama masyarakat dan tim teknis dari Balai Jalan Provinsi. Peninjauan ini akan terus berlanjut ke titik-titik rawan kerusakan agar dapat segera ditangani,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa ketersediaan infrastruktur yang baik merupakan faktor strategis bagi kelancaran aktivitas pertanian, termasuk mobilitas hasil panen dari dan menuju pusat distribusi. Pemerintah daerah juga akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB untuk mempercepat penanganan titik-titik yang membutuhkan intervensi segera.
Kepala Balai Jalan Provinsi Pulau Sumbawa, PUPR NTB, Mustafa ST, MT, turut memberikan penjelasan dalam kesempatan tersebut. Ia menyampaikan harapan agar sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dapat mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur, terutama pada jalur-jalur strategis yang menjadi penopang ekonomi masyarakat Plampang.
Dengan adanya peninjauan lapangan ini, pemerintah berharap perbaikan maupun pemeliharaan infrastruktur di wilayah SP 1 Plampang dapat segera direalisasikan. Hal itu diharapkan mampu menjamin kelancaran proses angkutan hasil panen jagung sehingga produktivitas petani tidak terganggu dan distribusi ekonomi tetap berjalan lancar. (01)












