Sumbawa Barat, Bintangtv.id— Upaya memperkuat ekosistem riset dan mendorong kebijakan berbasis data di tingkat daerah, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumbawa Barat bersama Universitas Cordova menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengembangan Sistem Informasi Riset Daerah (SIRDA) PALEBA SATU.
Penandatanganan ini berlangsung di kampus Universitas Cordova dan dihadiri oleh unsur pimpinan kedua lembaga, beberapa waktu lalu.
SIRDA PALEBA SATU, yang merupakan akronim dari Policy Analysis Statistic for Evidence-Based Administration: Satu Kebijakan Satu Riset, dirancang sebagai sistem terintegrasi yang menghimpun, mengelola, dan menyajikan data riset secara komprehensif untuk mendukung proses perumusan kebijakan publik yang lebih akurat, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat lokal.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala BRIDA KSB Mars Anugerainsyah, S.Hut., M.Si., CGCAE., beserta jajaran pejabat fungsional dan staf teknis. Dari pihak Universitas Cordova, hadir Wakil Rektor I K.H Amir Ma’ruf Husein, S.Pd.I., M.M., Wakil Rektor III Junaidi Efendi, S.T., M.T., Wakil Rektor IV Maslia Qomar, S.T., MPPM., serta pimpinan LPPM, sekretaris bidang penelitian, ketua departemen media dan hubungan eksternal, para dekan, dan ketua program studi.
Kepala BRIDA KSB, Mars Anugerainsyah, (01/09/2025) menekankan pentingnya pembangunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).
Menurutnya, sistem SIRDA PALEBA SATU bukan sekadar platform digital, tetapi representasi dari komitmen pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan publik yang tidak hanya reaktif, tetapi proaktif, terukur, dan berpijak pada hasil riset yang valid.
“Pengembangan sistem ini adalah langkah strategis. Ke depan, setiap kebijakan daerah harus didukung oleh satu riset yang relevan. Itulah semangat PALEBA SATU. Dengan begitu, pembangunan daerah akan lebih terarah, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Mars.
Sementara itu, Universitas Cordova melalui LPPM menyambut baik inisiatif tersebut. Wakil Rektor I, K.H. Amir Ma’ruf Husein menyatakan bahwa kerja sama ini bukan hanya memperkuat sinergi antar-lembaga, tetapi juga menjadi sarana penguatan kapasitas riset sivitas akademika di berbagai bidang.
“Kerja sama ini membuka ruang kolaborasi lintas disiplin. Tidak hanya dosen, mahasiswa juga akan dilibatkan dalam penelitian-penelitian yang relevan dengan kebutuhan daerah. Ini bagian dari pengabdian kampus terhadap masyarakat,” ujarnya.
Penguatan sistem informasi riset seperti SIRDA PALEBA SATU memiliki makna strategis dalam konteks otonomi daerah dan pembangunan berkelanjutan. Daerah kini dituntut untuk mampu membuat kebijakan yang solutif atas berbagai permasalahan lokal, mulai dari kemiskinan, pendidikan, kesehatan, hingga tata kelola lingkungan.
Namun, tanpa data yang kuat dan riset yang memadai, kebijakan seringkali hanya berdasarkan asumsi atau tekanan politis. SIRDA hadir untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan kebijakan dan ketersediaan data ilmiah.
Sistem ini juga akan menjadi wadah digitalisasi dan diseminasi hasil riset lokal yang selama ini kurang terdokumentasi dengan baik. Hal ini sekaligus memperkuat tata kelola riset daerah agar lebih terbuka, akuntabel, dan dapat diakses oleh semua pihak yang berkepentingan, termasuk masyarakat sipil, akademisi, dan pelaku usaha.
Implementasi PKS ini akan memberikan manfaat langsung bagi komunitas kampus. Dosen akan memiliki akses terhadap data primer dari pemerintah daerah untuk pengembangan riset terapan, sementara mahasiswa akan memiliki peluang lebih besar untuk terlibat dalam kegiatan penelitian lapangan yang berdampak nyata.
Universitas Cordova juga berencana mengintegrasikan kegiatan riset mahasiswa ke dalam SIRDA, sehingga setiap skripsi atau tesis yang relevan dapat menjadi bagian dari kontribusi intelektual terhadap pembangunan daerah.
Melalui kerja sama ini, BRIDA KSB dan Universitas Cordova menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem riset yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, kemampuan suatu daerah dalam mengambil keputusan yang tepat, cepat, dan berbasis data adalah kunci untuk menjawab tantangan zaman.
Dengan SIRDA PALEBA SATU, Kabupaten Sumbawa Barat meneguhkan langkah menjadi daerah yang cerdas dalam tata kelola pembangunan – di mana setiap kebijakan lahir dari satu riset yang terukur dan bermakna. (02)












