Politik pemerintahan

Hari Kesehatan Kulit Sedunia, Wabup Sumbawa Luncurkan Program Pengendalian Kusta

129
×

Hari Kesehatan Kulit Sedunia, Wabup Sumbawa Luncurkan Program Pengendalian Kusta

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Kulit Sedunia tahun 2025, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, secara resmi meluncurkan Program Pengendalian Penyakit Kusta di Kabupaten Sumbawa. Acara ini digelar di Aula H. Madilaoe ADT, Kantor Bupati Sumbawa, pada Rabu (25/06/2025), dan dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, para kepala perangkat daerah, camat, dan lurah se-Kabupaten Sumbawa.

 

iklan

Peringatan ini dirangkaikan dengan talkshow kesehatan kulit yang menghadirkan dr. Dedianto Hidajat, Sp.DVE, serta kegiatan gerakan minum obat bersama sebagai bentuk komitmen menuju Sumbawa Bebas Kusta.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Ansori menekankan bahwa Hari Kesehatan Kulit Sedunia bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan kulit, yang selama ini masih sering diabaikan.

H. Ansori mengungkapkan bahwa angka kasus kusta di Kabupaten Sumbawa masih tergolong tinggi. Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat—tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga keluarga—untuk bersama-sama menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit ini.

“Kusta adalah penyakit yang bisa disembuhkan. Tapi pekerjaan rumah kita adalah menghapus stigma dan diskriminasi. Banyak penderita kusta malu memeriksakan diri karena takut dikucilkan. Ini tugas kita bersama,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi sejak dari lingkungan rumah, dusun, sekolah, dan tempat ibadah. Promosi hidup bersih, deteksi dini, serta pemeriksaan apabila ditemukan kelainan kulit, menurutnya, harus menjadi budaya di tengah masyarakat.

Wabup Ansori juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk terus memperluas akses layanan kesehatan kulit melalui penguatan layanan di Puskesmas, pelatihan tenaga kesehatan, serta kampanye publik yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Junaidi, Apt., dalam laporannya menyebut bahwa sepanjang periode 2023 hingga 2025, tercatat 187 kasus kusta yang tersebar di hampir seluruh kecamatan.

“Dari jumlah tersebut, 56 kasus telah berhasil disembuhkan. Ini menunjukkan bahwa kusta bisa disembuhkan. Namun tantangan terbesarnya adalah sikap tertutup masyarakat yang masih malu mengakui kondisi dirinya,” ujar Junaidi.

Ia menambahkan, sebagai bagian dari penguatan layanan, RSUD Sumbawa kini telah ditetapkan sebagai rumah sakit pengampu layanan KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi). Pemerintah daerah juga terus mendistribusikan peralatan kesehatan secara bertahap guna mendukung pelayanan tersebut. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *