KSB

Program Kerja Jepang di KSB Diserbu Pendaftar

8
×

Program Kerja Jepang di KSB Diserbu Pendaftar

Sebarkan artikel ini

Sumbawa barat|Bintangtv.id-Antusiasme masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terhadap Program Kerja ke Jepang yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa terbilang sangat tinggi. Baru sehari setelah pendaftaran dibuka pada 1 Juli 2026, jumlah pelamar yang telah mendaftarkan diri mencapai 174 orang, sementara kuota yang tersedia hanya 50 peserta.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat, Slamet Riadi,S.Pi.,M.Si.,mengatakan tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang terus bertambah sejak portal pendaftaran resmi dibuka.

iklan

“Kami terus memantau portal pendaftaran. Hingga saat ini sudah ada sekitar 174 pelamar yang mendaftar mengikuti program kerja ke Jepang,” ujar Slamet Riadi, (2/7/2026).

Program penempatan tenaga kerja ke Jepang tersebut merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat yang dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN).Program ini bertujuan membuka akses kesempatan kerja bagi masyarakat KSB di pasar kerja internasional sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.

Slamet menjelaskan, masa pendaftaran berlangsung selama satu bulan, mulai 1 hingga 30 Juli 2026. Meskipun jumlah pendaftar telah melampaui kuota dalam waktu singkat, proses pendaftaran tetap dibuka hingga batas waktu yang telah ditentukan.

Namun demikian, seluruh pelamar harus mengikuti tahapan seleksi yang ketat. Dari seluruh pendaftar, hanya 50 peserta yang akan dinyatakan lolos untuk mengikuti program pembinaan sebelum diberangkatkan bekerja ke Jepang.

“Kuotanya hanya 50 orang. Karena itu akan dilakukan seleksi secara menyeluruh agar peserta yang terpilih benar-benar memenuhi persyaratan dan siap mengikuti seluruh tahapan program hingga penempatan kerja di Jepang,” jelasnya.

Menurut Slamet, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat telah berupaya mempermudah proses pendaftaran agar dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Informasi mengenai persyaratan administrasi, mekanisme pendaftaran, hingga tahapan seleksi telah disampaikan melalui brosur yang disebarluaskan secara daring maupun luring.

Bagi masyarakat yang masih membutuhkan informasi lebih lanjut, Disnakertrans juga menyediakan layanan konsultasi melalui nomor kontak yang tercantum pada brosur maupun pelayanan langsung di kantor Disnakertrans Kabupaten Sumbawa Barat.

“Apabila masih ada masyarakat yang belum memahami mekanisme pendaftaran, kami persilakan menghubungi nomor layanan yang tersedia atau datang langsung ke kantor Disnakertrans agar mendapatkan penjelasan secara lengkap,” katanya.

Lebih lanjut, Slamet menegaskan bahwa peserta yang dinyatakan lolos seleksi tidak akan langsung diberangkatkan ke Jepang. Mereka terlebih dahulu wajib mengikuti program pelatihan dan pembinaan yang dirancang untuk mempersiapkan calon pekerja agar mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja maupun kehidupan di Jepang.

Materi pelatihan mencakup pembelajaran bahasa Jepang, pengenalan budaya kerja dan etos kerja masyarakat Jepang, peningkatan keterampilan komunikasi, penguatan mental, literasi keuangan, manajemen konflik, hingga pembinaan wawasan kebangsaan.

Pembekalan tersebut diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja asal Kabupaten Sumbawa Barat yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga memiliki kesiapan mental, disiplin, dan kemampuan beradaptasi sehingga mampu bersaing serta mempertahankan produktivitas selama bekerja di luar negeri.

Slamet juga memastikan seluruh rangkaian program, mulai dari proses seleksi hingga pelatihan, tidak dipungut biaya. Seluruh pembiayaan pembinaan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Program ini gratis. Tidak ada biaya yang dibebankan kepada peserta. Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat untuk memperoleh pekerjaan yang layak di luar negeri,” tegasnya.

Ia menambahkan, peserta yang nantinya berhasil ditempatkan bekerja di Jepang diperkirakan memperoleh penghasilan berkisar antara Rp20 juta hingga Rp25 juta per bulan. Besaran gaji tersebut bergantung pada bidang pekerjaan, perusahaan tempat bekerja, serta ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku di Jepang.

Karena itu, Slamet mengimbau masyarakat yang memenuhi persyaratan dan berminat mengikuti program tersebut agar segera mendaftarkan diri sebelum masa pendaftaran berakhir pada 30 Juli 2026.

“Kami mengajak masyarakat yang memiliki minat bekerja di Jepang untuk segera memanfaatkan kesempatan ini dengan mendaftar sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” pungkasnya.(02)