KSB

Lumpuh Total, Longsor Tutup Jalan Tatar–Talonang, Akses Selatan KSB–Sumbawa Terputus

80
×

Lumpuh Total, Longsor Tutup Jalan Tatar–Talonang, Akses Selatan KSB–Sumbawa Terputus

Sebarkan artikel ini

Sumbawa barat | Bintangtv.id – Akses utama penghubung Desa Tatar dan Desa Talonang Baru, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), lumpuh total akibat tertimbun material longsor pada Rabu malam, 25 Februari 2026.

Jalur tersebut merupakan satu-satunya akses darat yang menghubungkan Kabupaten Sumbawa Barat dengan Kabupaten Sumbawa melalui jalur selatan. Akibatnya, arus transportasi dan distribusi logistik antarwilayah terhenti total.

iklan

Longsor dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sekongkang dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Material tanah bercampur bebatuan serta pohon tumbang menutup badan jalan di sejumlah titik, dengan tingkat kerusakan bervariasi dari kategori sedang hingga berat.

Kepala Desa Talonang Baru, Budi Haryo, SP, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan titik longsor terparah berada di tanjakan Liang C yang berbatasan langsung antara Desa Tatar dan Desa Talonang Baru.

“Longsor terjadi akibat curah hujan tinggi pada Rabu malam. Material tanah dan pohon menutup total badan jalan, terutama di tanjakan Liang C. Hingga Kamis siang, kendaraan belum bisa melintas,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis, 26 Februari 2026.

Penutupan total akses tersebut menyebabkan kendaraan angkutan umum, distribusi logistik, hingga kendaraan pribadi warga tertahan di kedua sisi jalan. Antrean kendaraan dilaporkan mengular sejak Rabu malam hingga Kamis siang karena tidak tersedia jalur alternatif.

Kondisi ini berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Jalur selatan selama ini menjadi urat nadi distribusi kebutuhan pokok serta akses utama masyarakat antarwilayah di bagian selatan Pulau Sumbawa.

“Ini satu-satunya akses penghubung KSB dan Sumbawa di jalur selatan. Jika tertutup seperti ini, otomatis aktivitas warga dan distribusi logistik ikut terganggu,” jelas Budi Haryo.

Selain menutup badan jalan, longsor juga memicu kekhawatiran akan potensi longsor susulan. Intensitas hujan yang masih tinggi serta kondisi tanah di lereng perbukitan sekitar lokasi yang labil meningkatkan risiko terjadinya pergerakan tanah lanjutan.

Pemerintah Desa Talonang Baru bersama pihak kecamatan, serta unsur TNI dan Polri, telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat untuk percepatan penanganan. Pihak desa juga menjalin komunikasi dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara guna meminta dukungan alat berat.

“Sudah kami koordinasikan dengan pemerintah daerah. Informasinya, alat berat excavator dari PT Amman sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk membantu pembersihan material longsor,” kata Budi Haryo.

Kehadiran alat berat dinilai krusial untuk mempercepat proses evakuasi material tanah, lumpur, batu, dan pohon tumbang yang menutup badan jalan, mengingat volume longsor di beberapa titik cukup besar dan tidak memungkinkan dibersihkan secara manual.

Sementara itu, Kapolsek Sekongkang Polres Sumbawa Barat, Ipda Herman, S.H., M.M.Inov., mengatakan pihaknya telah bergerak cepat menuju lokasi longsor di tanjakan Liang C untuk melakukan pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas.

“Saat ini anggota Polsek Sekongkang sudah berada di lokasi tanah longsor dan menunggu kedatangan alat berat untuk melakukan pembersihan material lumpur dan batu yang menutup jalan tersebut,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp.

Pemerintah Desa Talonang Baru mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menunda perjalanan melalui jalur tersebut hingga proses pembersihan selesai dan kondisi jalan dinyatakan aman dilalui kendaraan.(02)