Sumbawa Besar| Bintangtv.id– Banjir sakitnya merendam ratusan rumah warga di Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, Jumat pagi, 23 Januari 2026.
Bencana banjir dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut, sehingga menyebabkan air meluap dan masuk ke kawasan permukiman penduduk.
Berdasarkan pendataan awal pemerintah setempat, tercatat sebanyak 612 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat musibah banjir tersebut.
Dari jumlah itu, sekitar 240 unit rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air yang bervariasi di setiap lokasi.
Camat Tarano, Muhammad Iqbal, S.STP, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa genangan air di sejumlah titik cukup tinggi dan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat.
“Ketinggian air bervariasi, di beberapa lokasi mencapai sekitar 80 sentimeter atau setinggi paha orang dewasa,” ungkapnya.
Menurut Iqbal, banjir dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, sehingga menyebabkan luapan air yang tidak tertampung oleh saluran drainase dan badan sungai di sekitar permukiman warga.
Saat ini, pihak Kecamatan Tarano tengah melakukan koordinasi cepat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa guna memastikan bantuan logistik dapat segera disalurkan secara merata kepada warga terdampak.
“Kami bersama unsur TNI, Polri, dan perangkat desa sudah turun langsung ke lokasi bencana untuk menyisir wilayah-wilayah terparah, memastikan proses evakuasi serta pendistribusian bantuan berjalan aman dan lancar,” jelasnya.
Selain melakukan penanganan darurat, pemerintah kecamatan juga terus mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca di wilayah tersebut masih belum menentu dan berpotensi menimbulkan banjir susulan.
Warga diminta untuk mengamankan barang-barang berharga dan dokumen penting, serta memprioritaskan keselamatan seluruh anggota keluarga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
“Saat ini Forkopimcam bersama petugas gabungan masih bersiaga di lokasi untuk memantau perkembangan debit air dan memastikan kondisi tetap terkendali,” pungkas Camat Tarano.(02)












